Rabu, 09 Desember 2015

Proposal TIK

MEMBUAT MAKALAH TIK
JUDUL : PERANAN INTERNET DALAM MENINGKATKAN MUTU PENDIDIKAN DI MEDAN
BAB I    Pendahuluan
A.      Latar Belakang Masalah
B.      Identifikasi masalah
C.      Batasan masalah
D.      Rumusan masalah
E.       Tujuan penulisan
F.       Manfaat penulisan
BAB II KAJIAN PUSTAKA
A. PERANAN INTERNET DALAM PENDIDIKAN
1.       PENGERTIAN INTERNET
2.       PERKEMBANGAN INTERNET
3.       MANFAAT  INTERNET BAGI PENGEMBANGAN SDM DAN TEKNOLOGI
B. PERKEMBANGAN PENDIDIKAN MEDAN
1.       PENGERTIAN PENDIDIKAN
2.       JENJANG PENDIKAN
3.       CARA MENINGKATKAN MUTU PENDIDIKAN
4.       FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MUTU PENDIDIKAN
C. PERANAN INTERNET GUNA MENINGKATKAN MUTU PENDIDIKAN DI MEDAN
BAB III METODE PENELITIAN
            1. LOKASI PENELITIAN
            2. WAKTU PENELITIAN
            3. POPULASI DAN SAMPEL PENELITIAN
            4. METODE PENELITIAN
            5. ALAT PENGUMPUL DATA
BAB I    Pendahuluan
 A.      Latar Belakang Masalah
        Kemajuan teknologi komunikasi dan informasi sangat pesat dan merambah banyak aspek kehidupan manusia, tidak terkecuali dalam dunia pendidikan. Bagaimana media internet dapat dimanfaatkan dalam meningkatkan mutu pendidikan. Internet berawal dari institusi pendidikan dan penelitian di Amerika. Walaupun pada awalnya, penggunaan internet adalah untuk kepentingan bisnis yang dimulai sejak tahun 1995. Jika dibandingkan dengan masyarakat di luar negeri, internet ini sering disosialisasikan dengan bisnis dan entertainment, namun saat ini dunia pendidikan terus memaksimalkan manfaat keberadaan internet. 
B.      Identifikasi masalah
      Internet sebagai salah satu media pembelajaran sangat dibutuhkan saat ini, baik secara langsung sebagai media pembelajaran jarak jauh atau sebagai sarana bagi siswa untuk mencari berbagai sumber inforemasi materi pelajaran yang sedang dipelajari oleh para siswa. Penggunaan media pembelajaran sebagai suplemen pengajaran di kelas, akan efektif dan lebih mudah diterima.
Salah satu media suplemen pembelajaran yang sedang marak dilakukan saat ini adalah internet. Adanya internet merupakan salah satu solusi pamungkas untuk mengatasi masalah-masalah yang dialami dalam dunia pendidikan. Di Indonesia, masalah kelangkaan sumber informasi konvensional (perpustakaan) lebih berat dibandingkan dengan di tempat lain. Pemanfaatan media internet hanya sebagian kecil sekolah yang memiliki sambungannya (Internet Connectivity), tetapi belum seluruhnya sekolah dilengkapi dengan fasilitas Local Area Network (LAN). Untuk memanfaatkan internet perlu dukungan dari para guru dalam memanfaatkan media internet untuk pembelajaran dan juga akan menyatakan kesiapan untuk melengkapi institute pendidikan (sekolah) dengan jaringan LAN dan sambungan internet. Hal ini akan menuntut peran serta peserta didik dan masyarakat umum (orang tua) untuk memanfaatkan media internet.
Menurut Rahardjo (2002) sebagaimana dikutip di situs depdiknas, bahwa manfaat internet bagi pendidikan adalah dapat menjadi akses kepada sumber informasi, akses kepada nara sumber, dan sebagai media kerjasama (pustekkom.depdiknas.go.id). Sehingga penggunaan internet yang intensif dan tepat guna akan mempunyai korelasi yang signifikan terhadap prestasi belajar. Ibrahim (1982) dalam Dubatar (2008) mengatakan bahwa media belajar mampu mebangkitkan minat dan motivasi siswa dalam belajar. Fasilitas internet sebagai penunjang kegiatan belajar mengajar di kalangan siswa sekolah menengah atas sudah mulai diterapkan. Motivasi belajar yang tinggi akan mampu menunjang prestasi siswa. Hal ini dikuatkan oleh hasil penelitian Supartini (2008), bahwa motivasi belajar berpengaruh secara signifikan terhadap hasil belajar atau prestasi belajar siswa. Selain itu, ternyata internet sebagai media belajar juga mampu merangsang kreativitas seseorang. Menurut Surya (2006) bahwa Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) akan memberikan peluang berkembangnya kreativitas dan kemandirian belajar siswa. Kreativitas sama absahnya seperti intelegensi sebagai prediktor prestasi sekolah (Munandar, 1977).
Strategi pembelajaran yang interaktif dapat menciptakan suasana belajar yang kreatif sehingga guru dapat mengaktualisasikan dirinya dalam proses pembelajaran yang akan diikuti dengan motivasi belajar siswa. Media belajar merupakan konsep pembelajaran yang aktif serta inovatif. Kualitas pembelajaran di kelas dan memaksimalkan materi pelajaran yang disampaikan.
Penggunaan media pembelajaran yang tepat akan dapat memberikan motivasi belajar bagi para siswa. Motivasi belajar dapat diartikan suatu keadaan atau kondisi yang mendorong, merangsang atau menggerakan seseorang untuk belajar sesuatu atau atau melakukan kegiatan untuk mencapai suatu tujuan. 
C.      Batasan masalah
       Dalam disiplin ilmu psikologi, motivasi mengacu pada konsep yang digunakan untuk menerangkan kekuatan-kekuatan yang ada dan bekerja pada diri organisme atau individu yang menjadi penggerak dan pengarah tingkah laku individu tersebut untuk mencapai suatu tujuan tertentu. Dengan motivasi, seseorang akan dapat melakukan suatu tindakan. Jika tidak ada motivasi. Maka individu tidak akan dapat mencapai tujuannya. 
D.      Rumusan masalah
1.Pengertian  INTERNET ?
2.Perkembangan INTERNET?
3.Manfaat  INTERNET Bagi Pengembangan SDM Dan TEKNOLOGI
E.       Tujuan penulisan
Kajian penelitian ini dengan tujuan: (a) mengetahui ada tidaknya hubungan yang kuat dan positif dari peranan internet dengan motivasi belajar siswa (b) mengetahui seberapa besar pengaruh internet terhadap motivasi belajar siswa.
F.       Manfaat penulisan
Selain tujuan yang telah disebutkan, hasil penelitian ini daharapkan dapat bermanfaat, antara lain: (1) memberikan wawasan dan informasi bagi para guru dalam memanfaatkan internet sebagai media pembelajaran sehingga siswa termotivasi belajar; (b) dapat dijadikan rujukan atau referensi bagi masyarakat, khususnya dunia pendidikan bahwa internet dapat dimanfaatkan secara bijak dan positif dalam memajukan dunia pendidikan.

 BAB II KAJIAN PUSTAKA
 A. PERANAN INTERNET DALAM PENDIDIKAN 
    1.       PENGERTIAN INTERNET
            Internet (kependekan dari interconnection-networking) adalah seluruh jaringan komputer yang saling terhubung menggunakan standar sistem global Transmission Control Protocol/Internet Protocol Suite (TCP/IP) sebagai protokol pertukaran paket (packet switching communication protocol) untuk melayani miliaran pengguna di seluruh dunia.Rangkaian internet yang terbesar dinamakan Internet. Cara menghubungkan rangkaian dengan kaidah ini dinamakan internetworking ("antarjaringan").
   2.       PERKEMBANGAN INTERNET
         Pada awal diciptakannya, merupakan jaringan komputer yang dibentuk oleh Departemen Pertahanan Amerika Serikat di tahun 1969, melalui proyek ARPA yang disebut ARPANET (Advanced Research Project Agency Network), di mana mereka mendemonstrasikan bagaimana dengan hardware dan software komputer yang berbasis UNIX, kita bisa melakukan komunikasi dalam jarak yang tidak terhingga melalui saluran telepon.Proyek ARPANET merancang bentuk jaringan, kehandalan, seberapa besar informasi dapat dipindahkan, dan akhirnya semua standar yang mereka tentukan menjadi cikal bakal pembangunan protokol baru yang sekarang dikenal sebagai TCP/IP (Transmission Control Protocol/Internet Protocol).Tujuan awal dibangunnya proyek itu adalah untuk keperluan militer. Pada saat itu Departemen Pertahanan Amerika Serikat (US Department of Defense) membuat sistem jaringan komputer yang tersebar dengan menghubungkan komputer di daerah-daerah vital untuk mengatasi masalah bila terjadi serangan nuklir dan untuk menghindari terjadinya informasi terpusat, yang apabila terjadi perang dapat mudah dihancurkan. jaringan komputer juga dimanfaatkan oleh angkatan bersenjata Amerika untuk mengembangkan senjata nuklir. Amerika khawatir jika negaranya diserang maka komunikasi menjadi lumpuh. Untuk itulah mereka mencoba komunikasi dan menukar informasi melalui jaringan komputer.Pada mulanya ARPANET hanya menghubungkan 3 situs saja yaitu Stanford Research Institute, University of California, Santa Barbara, University of Utah, di mana mereka membentuk satu jaringan terpadu di tahun 1969, dan secara umum ARPANET diperkenalkan pada bulan Oktober 1972. Tidak lama kemudian proyek ini berkembang pesat di seluruh daerah, dan semua universitas di negara tersebut ingin bergabung, sehingga membuat ARPANET kesulitan untuk mengaturnya.Oleh sebab itu ARPANET dipecah manjadi dua, yaitu “MILNET” untuk keperluan militer dan “ARPANET” baru yang lebih kecil untuk keperluan non-militer seperti, universitas-universitas. Salah satunya adalah Universitas of California at Los Angeles (UCLA). Akhirnya tahun 1970 internet banyak digunakan di unversitas-universitas di Amerika dan berkembang pesat sampai saat ini. Agar para pengguna komputer dengan merek dan tipe berlainan dapat saling berhubungan, maka para ahli membuat sebuah protokol (semacam bahasa) yang sama untuk dipakai di internet. Namanya TCP (Transmission Control Protocol, bahasa Indonesianya Protokol Pengendali Transmisi) dan IP (Internet Protocol).
Gabungan kedua jaringan akhirnya dikenal dengan nama DARPA Internet, yang kemudian disederhanakan menjadi Internet.
3.       MANFAAT  INTERNET BAGI PENGEMBANGAN SDM DAN TEKNOLOGI
     
Pendidikan merupakan salah satu faktor dalam mengukur tingkat kemajuan suatu bangsa. Suatu bangsa dikatakan sebagai negara maju jika bangsa tersebut telah berhasil mencapai tujuan pembangunannya baik secara jasmani maupun rohani. Jika bangsa Indonesia ingin menjadi negara maju, maka kita harus berbenah dalam bidang pendidikan. Mengapa demikian? Karena pendidikan yang baik dapat meningkatkan sumber daya manusia (SDM} Indonesia. Dan SDM yang baik dapat memperlancar pembangunan nasional sehingga bangsa Indonesia menjadi negara yang maju.
Untuk meningkatkan pendidikan, banyak hal yang dapat dilakukan, salah satunya dengan memanfaatkan internet. Berikut merupakan beberapa manfaat internet dalam bidang pendidikan.
  Internet untuk memperoleh informasi
                        Dengan adanya internet, informasi tidak hanya dapat diakses di perkotaan, namun dapat juga diakses di pedesaan atau daerah-daerah terpencil 
                       Situs web penyedia fasilitas belajar
            Saat ini di internet sudah banyak terbentuk situs-situs web penyedia fasilitas belajar. Diantara situs-situs web tersebut, ada yang berupa jejaring sosial. Situs web tersebut beralamat www. geschool.net. Disana tersedia pelajaran mulai dari SD hingga SMA. Jadi, kita dapat bersosialisasi sambil belajar. Selain jejaring sosial, ada juga website-website penyedia fasilitas belajar, seperti, www.kemdikbud.go.id. Website tersebut merupakan website milik Kementerian Pendidikan Dan Kebudayaa
   E-mail sebagai fasilitas untuk mnegumpulkan tugas dan berkirim pesan
            Kebanyakan guru/dosen, sekarang mulai memanfaatkan e-mail sebagai fasilitas untuk mengumpulkan tugas siswa/mahasiswa. Selain itu, e-mail juga digunakan untuk mengirim, menerima dan membuat data antar siswa/mahasiswa.
Mailing list sebagai media berdiskusi
            Mailing list dapat digunakan para pelajar untuk berdiskusi membahas bebagai masalah pelajaran.
Internet sebagai media pembelajaran Bahasa Inggris
            Internet kebanyakan menggunakan Bahasa Inggris, oleh karena itu para pengguna internet dituntut untuk mengerti Bahasa Inggris.
Internet Sebagai Perpustakaan Online
            Bentuk khusus dari internet sebagai gudang informasi adalah tersedianya fasilitas perpustakaan online, yang kumpulan-kumpulan situs-situs web dari perpustakaan kelas dunia. Di situs ini, kamu dapat membaca buku secara online maupun offline (isi situs diunduh atau disimpan di komputer terlebih dulu, sehingga dapat dibaca tanpa memerlukan koneksi internet). Buku apa saja ada, mulai dari ensiklopedi, novel, buku pelajaran, teknologi, komputer, komik, dan sebagainya. Ingat, tidak semua buku ini tersedia secara gratis. Ada beberapa situs yang mengharuskan kita membeli secara online atau membayar iuran sejumlah tertentu. Berikut ini beberapa situs internet penyedia perpustakaan online.
B. PERKEMBANGAN PENDIDIKAN MEDAN
1.       PENGERTIAN PENDIDIKAN
      Pendidikan adalah usaha sadar dan sistematis untuk mencapai taraf hidup atau kemajuan yang lebih baik. Secara etimologi atau asal asul kata. Kata pendidikan dalam bahasa Inggris disebut education yang berasal dari bahas latin yaitu 'educatum' yang tersusun atas dua kata yaitu 'E' dan "Duco". Kata E berarti sebuah perkembangan dari dalam ke luar atau dari sedikit menjadi banyak, sementara 'Duco' berarti perkembangan atau sedang berkembang. Hal ini secara etimologi, pengertian pendidikan adalah menjadi berkembang atau bergerak dari dalam keluar, atau dengan kalimat lain, pendidikan berarti proses mengembangkan kemampuan diri sendiri (inner abilities) dan kekuatan individu. Kata Education sering juga dihubungkan dengan 'Educere' (Latin) yang berarti dorongan (propulsion) dari dalam keluar. Artinya untuk memberikan pendidikan melalui perubahan yang diusahakan melalui latihan ataupun praktik. Oleh karena itu definisi pendidikan mengarahkan untuk suatu perubahan terhadap seseorang untuk menjadi lebih baik.
2.       JENJANG PENDIDIKAN
       Dalam Undang-Undang tersebut disebutkan bahwa jenjang pendidikan formal di Indonesia terdiri atas pendidikan dasar, pendidikan menengah, dan pendidikan tinggi.
Pendidikan Dasar
Pendidikan Dasar adalah pendidikan umum yang lamanya sembilan tahun, diselenggarakan selama enam tahun di Sekolah Dasar atau sederajat dan tiga tahun di Sekolah Menegah Pertama atau sederajat.
Pendidikan Menengah
Pendidikan Menengah adalah pendidikan yang diselenggarakan bagi lulusan pendidikan dasar serta menyiapkan peserta didik menjadi anggota masyarakat yang memiliki kemampuan mengadakan hubungan timbal balik dengan lingkungan sosial budaya dan alam sekitar serta dapat mengembangkan kemampuan lebih lanjut dalam dunia kerja atau pendidikan tinggi. Lama pendidikan yaitu tiga tahun, bentuk satuan pendidikan menengah terdiri atas:
  • Sekolah Menengah Umum
  • Sekolah Menengah Kejuruan
  • Sekolah Menengah Keagamaan
  • Sekolah Menengah Kedinasan
  • Sekolah Menengah Luar Biasa
Pendidikan Tinggi
Pendidikan Tinggi merupakan kelanjutan pendidikan menengah yang diselenggarakan untuk menyiapkan peserta didik menjadi anggota masyarakat yang memiliki kemampuan akademik dan profesional yang dapat menerapkan, mengembangkan dan menciptakan ilmu pengetahuan, teknologi dan atau kesenian.
Jadi sangat perlu diketahui dan pemahaman yang benar mengenai jenjang pendidikan ini. Tentu banyak yang mengira dari namanya bahwa Sekolah Menengah Pertama dan sederajat termasuk pada jenjang pendidikan menengah, namun ternyata tidak sekolah menengah pertama dan sederajat masih termasuk dalam pendidikan dasar yang diwajibkan pemerintah. Selain pendidikan formal, ada juga jalur pendidikan informal dan non-formal. Namun untuk pendidikan informal dan non-formal tidak ada peraturan pembagian jenjang pendidikannya.
 3.       CARA MENINGKATKAN MUTU PENDIDIKAN
        Untuk meningkatkan profesionalisme pendidik dalam pembelajaran, perlu ditingkatkan melalui cara-cara sebagai berikut:

1. Mengikuti Penataran

Menurut para ahli bahwa penataran adalah semua usaha pendidikan dan pengalaman untuk meningkatkan keahlian guru menyelarasikan pengetahuan dan keterampilan mereka sesuai dengan kemajuan dan perkembangan ilmu pengetahuan dalam bidang-bidang masing-masing.[16][16] Sedangkan kegiatan penataran itu sendiri di tujukan:

a. Mempertinggi mutu petugas sebagai profesinya masing-masing.

b. Meningkatkan efesiensi kerja menuju arah tercapainya hasil yang optimal.

c. Perkembangan kegairahan kerja dan peningkatan kesejahteraan.[17]

Jadi penataran itu dapat meningkatkan efektivitas dan efisiensi kerja, keahlian dan peningkatan terutama pendidikan untuk menghadapi arus globaliasi.

2. Mengikuti Kursus-Kursus Pendidikan

Hal ini akan menambah wawasan, adapun kursus-kursus biasanya meliputi pendidikan arab dan inggris serta computer.

3. Memperbanyak Membaca

Menjadi guru professional tidak hanya menguasai atau membaca dan hanya berpedoman pada satu atau beberapa buku saja, guru yang berprofesional haruslah banyak membaca berbagai macam buku untuk menambah bahan materi yang akan disampaikan sehingga sebagai pendidik tidak akan kekurangab pengetahuan-pengetahuan dan informasi-informasi yang muncul dan berkembang di dalam mayarakat.

4. Mengadakan Kunjungan Kesekolah Lain (studi komperatif)

Suatu hal yang sangat penting seorang guru mengadakan kunjungan antar sekolah sehingga akan menambah wawasan pengetahuan, bertukar pikiran dan informasi tentang kemajuan sekolah. Ini akan menambah dan melengkapi pengetahuan yang dimilikinya serta mengatai permasalahan-permasalahan dan kekurangan yang terjadi sehingga peningkatan pendidikan akan bisa tercapai dengan cepat.

5. Mengadakan Hubungan Dengan Wali Siswa

Mengadakan pertemuan dengan wali siswa sangatlah penting sekali, karena dengan ini guru dan orang tua akan dapat saling berkomunikasi, mengetahui dan menjaga peserta didik serta bisa mengarahkan pada perbuatan yang positif. Karena jam pendidikan yang diberikan di sekolah lebih sedikit apabila dibandingkan jam pendidikan di dalam keluarga.
4.       FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MUTU PENDIDIKAN
      
Dalam pelaksanaan pendidikan di suatu lembaga pendidikan tidak terlepas dari lima faktor pendidikan agar kegiatan pendidikan terlakana dengan baik. Apabila salah satu faktor tidak ada maka mutu pendidikan tidak dapat tercapai dengan baik karena faktor yang satu dengan yang lainnya saling melengkapi dan saling berhubungan. Adapun kelima faktor tersebut adalah:
FAKTOR TUJUAN
Untuk meningkatkan mutu pendidikan, maka faktor tujuan perlu diperhatikan. Sebab mutu suatu lembaga pendidikan yang berjalan tanpa berpegang pada tujuan akan sulit mencapai apa yang diharapkan. Untuk meningkatkan mutu pendidikan, sekolah senantiasa harus berpegang pada tujuan sehingga mampu menghasilkan output yang berkualitas. Dengan adanya perencanaan seperti itu dapat disimpulkan bahwa faktor utama yang harus dijadikan pedoman dalam melaksanakan pendidikan nasional, intruksional maupun tujuan yang lain yang sebih sempit.
FAKTOR GURU ( PENDIDIK )
Guru adalah orang yang sangat berpengaruh dalam proses belajar mengajar. Oleh karena itu, guru harus benar-benar membawa siswanya kepada tujuan yang ingin dicapai. Guru harus mampu mempengaruhi siswanya. Guru harus berpandangan luas dan kriteria bagi seorang guru ialah harus memiliki kewibawaan. Guru merupakan salah satu faktor penentu dalam upaya peningkatan mutu pendidikan, karena gurulah yang merupakan aktor utama dalam melaksanakan kegiatan pendidikan.
FAKTOR SISWA
Anak didik atau siswa merupakan objek dari pendidikan, sehingga mutu pendidikan yang akan dicapai tidak akan lepas dengan ketergantungan terhadap kondisi fisik tingkah laku dan minat bakat dari anak didik.
FAKTOR ALAT.
Yang dimaksud faktor alat (alat pendidikan), adalah segala usaha atau tindakan dengan sengaja yang digunakan untuk mencapai tujuan pendidikan. Alat pendidikan ini merupakan masalah yang esensial dalam pendidikan, karena itu perlu dilakukan upaya untuk menyediakan alat-alat tersebut. Yang dikatagorikan sebagai alat pendidikan adalah sesuatu yang dapat memenuhi tercapainya tujuan pendidikan yaitu sarana, prasarana dan kurikulum.
FAKTOR LINGKUNGAN MASYARAKAT
Kemajuan pendidikan sedikit banyak dipengaruhi oleh masyarakat termasuk orang tua siswa, karena tanpa adanya bantuan dan kesadaran dari masyarakat sulit untuk melaksanakan peningkatan mutu pendidikan. Sekolah dan masyarakat merupakan dua kelompok yang tidak dapat dipisahkan dan saling melengkapi satu sama lainnya. Karena itulah dibentuklah komite sekolah berdasarkan Keputusan Menteri Pendidikan No 044/V/2002 tentang pembentukan Dewan Pendidikan dan Komite Sekolah, maka otonomi sekolah bermitra kerja dengan Komite Sekolah. Peran Komite Sekolah memberi pertimbangan dalam penentuan dan pelaksanaan kebijaksanaan pendidikan, mendukung penyelenggaraan pendidikan, mengontrol, mediator antara pemerintah dan masyarakat 



KUALITAS PENDIDIKAN DI INDONESIA
Bagi orang-orang yang berkompeten terhadap bidang pendidikan akan menyadari bahwa dunia pendidikan kita sampai saat ini masih mengalami “sakit”.Dunia pendidikan yang “sakit”ini disebabkan karena pendidikan yang seharusnya membuat manusia menjadi manusia,tetapi dalam kenyataannya seringkali tidak begitu.Seringkali pendidikan tidak memanusiakan manusia.Kepribadian manusia cenderung direduksi oleh system pendidikan yang ada.

Masalah pertama adalah bahwa pendidikan,khususnya di Indonesia, menghasilkan”manusia robot”. Kami katakan demikian karena pendidikan yang diberikan ternyata berat sebelah, dengan kata lain tidak seimbang. Pendidikan ternyata mengorbankan keutuhan, kurang seimbang antara belajar berfikir(kognitif) dan perilaku belajar yang merasa (efektif). Jadi unsur integrasi cenderung semakin hilang,yang terjadi adalah disintegrasi. Padahal belajar tidak hanya berfikir. Sebab ketika orang sedang belajar,maka orang yang sedang belajar tersebut melakukan berbagai macam kegiatan, seperti mengamati, membandingkan, meragukan, menyukai, semangat dan sebagainya. Hal yang sering disinyalir ialah pendidikan seringkali dipraktekkan sebagai sederetan instruksi dari guru kepada murid. Apalagi dengan istilah yang sekarang sering digembar-gemborkan sebagai “pendidikan yang diciptakan manusia siap pakai. Dan”siap pakai”di sini berarti menghasilkan tenaga-tenaga yang dibutuhkan dalam pengembangan dan persaingan bidang industry dan teknologi.

Ada dua factor yang mempengaruhi kualitas pendidikan,khususnya di Indonesia yaitu:
1. Faktor internal, meliputi jajaran dunia pendidikan baik itu Departemen Pendidikan Nasional, Dinas Pendidikan daerah, dan juga sekolah yang berada di garis depan. Dalam hal ini, interfensi dari pihak-pihak yang terkait sangatlah dibutuhkan agar pendidikan senantiasa selalu terjaga dengan baik.
2. Faktor eksternal, adalah masyarakat pada umumnya.Dimana,masyarakat merupakan ikon pendidikan dan merupakan tujuan dari adanya pendidikan yaitu sebagai objek dari pendidikan.

Banyak faktor-faktor yang menyebabkan kualitas pendidikan di Indonesia semakin terpuruk. Fakto-faktor tersebut yaitu:

Rendahnya Kualitas Sarana Fisik.
Untuk sarana fisik misalnya, banyak sekali sekolah dan perguruan tinggi kita yang gedungnya rusak, kepemilikan dan penggunaan media belajar rendah, buku perpustakaan tidak lengkap. Sementara laboraturium tidak standar, pemakaian teknologi informasi tidak memadai dan sebagainya. Bahkan masih banyak sekolah yang tidak memiliki gedung sendiri, tidak memiliki perpustakaan, tidak memiliki laboraturium dan sebagainya.

Rendahnya Kualitas Guru
Keadaan guru di Indonesia juga amat memprihatinkan. Kebanyakan guru belum memiliki profesionalisme yang memadai untuk menjalankan tugasnya sebagaimana disebut dalam pasal 39 UU No 20/2003 yaitu merencanakan pembelajaran, melaksanakan pembelajaran, menilai hasil pembelajaran, melakukan pembimbingan, melakukan pelatihan, melakukan penelitian dan melakukan pengabdian masyarakat.

Rendahnya Kesejahteraan Guru
Rendahnya kesejahteraan guru mempunyai peran dalam membuat rendahnya kualitas pendidikan Indonesia. Dengan pendapatan yang rendah, terang saja banyak guru terpaksa melakukan pekerjaan sampingan. Ada yang mengajar lagi di sekolah lain, memberi les pada sore hari, menjadi tukang ojek, pedagang mie rebus, pedagang buku/LKS, pedagang pulsa ponsel, dan sebagainya.

Rendahnya Prestasi Siswa.
Dengan keadaan yang demikian itu (rendahnya sarana fisik, kualitas guru, dan kesejahteraan guru) pencapaian prestasi siswa pun menjadi tidak memuaskan. Anak-anak Indonesia ternyata hanya mampu menguasai 30% dari materi bacaan dan ternyata mereka sulit sekali menjawab soal-soal berbentuk uraian yang memerlukan penalaran. Hal ini mungkin karena mereka sangat terbiasa menghafal dan mengerjakan soal pilihan ganda. Selain itu, hasil studi The Third International Mathematic and Science Study-Repeat-TIMSS-R,1999(IEA,1999) memperlihatkan bahwa, diantara 38 negara peserta, prestasi siswa SLTP kelas 2 Indonesia berada pada urutan ke-32 untuk IPA, ke-34 untuk matematika. Dalam dunia pendidikan tinggi menurut majalah Asia Week dari 77 universitas yang di survey di asia pasifik ternyata 4 universitas terbaik di Indonesia hanya mampu menempati peringkat ke-61, ke-68, ke-73, dan ke-75.

Kurangnya Pemerataan Kesempatan Pendidikan
Kesempatan memperoleh pendidikan masih terbatas pada tingkat sekolah dasar. Data Balitbang Departemen Pendidikan Nasional dan Direktorat Jendral Binbaga Departemen Agama tahun 2000 menunjukkan angka partisipasi murni (AMP) untuk anak usia SD pada tahun 1999 mencapai 94,4% (28,3 juta siswa) pencapaian APM ini termasuk kategori tinggi . Angka partisipasi murni pendidikan di SLTP masih rendah yaitu 54,8% (9,4 juta siswa).

Rendahnya Relevansi Pendidikan dengan kebutuhan
Hal tersebut dapat dilihat dari banyaknya lulusan yang menganggur . data BAPPENAS (1996) yang dikumpulkan sejak tahun 1990 menunjukkan angka pengangguran terbuka yang dihadapi oleh lulusa SMU sebesar 25,47 %, Diploma / SO sebesar 27,5% dan PT sebesar 36,6%. Adanya ketidak serasian antara hasil pendidikan dan kebutuhan dunia kerja ini disebabkan kurikulum yang materinya kurang fungsional terhadap keterampilan yang dibutuhkan ketika peserta didik memasuki dunia kerja.

Mahalnya biaya pendidikan
Pendidikan bermutu itu mahal, kalimat ini yang sering muncul untuk menjustifikasi mahalnya biaya yang harus dikeluarkan masyarakat untuk mengenyam bangku pendidikan. Mahalnya biaya pendidikan dari tamn kanak – kanak (TK) hingga perguruan tinggi (PT) membuat masyarakat miskin tidak boleh sekolah. 
STATUS PENDIDIKAN
Pendidikan secara garis besar kemajuan pendidikan tidak lepas dari mutu pendidikan ya.pendidikan sangat penting khususnya dalam mensejahterakan bangsa dan Negara. Sutau konsekuensi yang besar bila menitik beratkan pendidikan sebagai benteng pertahanan masa depan. Sehingga ancaman zaman bisa ter-elakkan. Selain itu juga Selain Status Pendidikan yang dianggap rendah, Lapangan Kerjapun terbatas dan Gaji yang di terima bahkan relative minim. Perbedaan Pendidikan yang didapat dan Biaya yang di keluarkan untuk kuliah, mungkin jadi Tolak Ukur antara Pendidikan SMU dan Sarjana. Tetaplah terus Berjuang untuk mendapatkan Hak Bekerja. Dan Bekerjalah dengan baik Walau dengan keterbatasan Pendidikan, Karena tidak menutup kemungkinan Lulusan SMU pun bisa sesukses Sarjana. Gali potensi diri untuk dijadikan Nilai lebih, pandai-pandailah Belajar dan Bergaul. Serta perbanyaklah Membaca untuk menambah Wawasan dan Pengetahuan dan Bekali Diri dengan Kursus-kursus yang bermanfaat
C. PERANAN INTERNET GUNA MENINGKATKAN MUTU PENDIDIKAN DI MEDAN
Adapun beberapa cara/alternative memanfaatkan media internet dalam meningkatkan mutu pendidikan, yaitu:
a. Mengenal/mempelajari internet
Diperlukan dasar pengetahuan tentang internet agar lebih mudah menggunakannya hal ini berguna untuk mengetahui informasi-informasi terkini yang sedang merambah di masyarakat umum, maka kita dapat mempelajarinya melalui media internet karena lebih lengkap, cepat diperoleh, dan sangat terpercaya.
b. Pelatihan ITC
Mengikuti pelatihan-pelatihan ITC yang diadakan oleh instansi tertentu
Pelatihan-pelatiahan ITC dapat mendukung dunia pendidikan, sehingga jaringan pembelajaran online lebih dimanfaatkan dalam pendidikan global. Selain pemanfaatan dalam dunia pendidikan global, pemerintah sendiripun telah mempercepat perancangan millinium development goals yang semula dicanangkan tahun 2020 dipercepat menjadi 2015. miliinium development goals adalah era pasar bebas atau era globalisasi sebagai era persaingan mutu atau kualitas untuk mempertahankan eksistensinya. Oleh karena itu, pembangunan sumber daya manusia berkualitas merupakan suatu keniscayaan yang tepat dapat ditawar-tawar lagi. Hal ini mutlak karena akan menjadi penopang utama pembangunan nasional yang mandiri dan berkeadilan, good governance, and clean governance, serta menjadi jalan keluar bagi bangsa Indonesia dari multidimensi krisis, kemiskinan, dan kesenjangan ekonomi.
c. Sekolah Membangun Fasilitas Internet (Lab Internet)
Mengadakan sambungan internet (Internet Connectivity), merupakan suatu usaha mengadakan sambungan internet (Internet Connectivity) di setiap sekolah merupakan tanggung jawab pimpinan lembaga dan pemerintah terkait yang dilandasi dengan kerja sama yang baik.
Dengan adanya lab internet ini, para guru dan siswa dimudahkan dalam upaya pemanfaatan antara lain guru dapat memanfaatkan internet sebagai media belajar atau media komunikasi seperti adanya Think Quest. Pemanfaatan media internet untuk meningkatkan mutu pendidikan secara umum diharpkan langsung dapat mengubah tatanan kehidupan manusia, demikian halnya dalam sistem pendidikan karena sistem pendidikan nasional senantiasa harus dikembangkan sesuai dengan kebutuhan dan perkembangan yang terjadi baik di tingkat lokal, nasional, dan global.
Dalam pemanfaatan keberadaan media pembelajaran internet, terdapat kendala-kendala yang dialami dalam oleh kedua belah pihak (guru dan siswa). Beberapa kendala yang dialami dalam memanfaatkan media internet, antara lain:
a. Kurangnya penguasaan bahasa Inggris
Suka atau tidak suka, sebagian informasi di internet tersedia dalam bahasa Inggris, oleh karena itu penguasaan bahasa inggris menjadi salah satu syarat dalam pemanfaatan internet secara optimal.
b. Kurangnya sumber informasi dalam bahasa Indonesia
Kita sadari bahwa kita semua orang Indonesia akan belajar bahasa inggris. Untuk itu, sumber informasi dalam bahasa Indonesia harus tersedia. Saat ini belum banyak sumber informasi pendidikan yang tersedia dalam bahasa Indonesia. Konsep berbagi (sharing) misalnya mebuat materi pendidikan di internet belum merasuk. Inisiatif langkah seperti itu sudah ada, namun masih kurang bayank.
c. Akses internet masih mahal
Meskipun sudah tersedia, akses internet masih mahal. Namun hal ini diharapkan agar menjadi lebih murah di masa yang akan datang. Mekanisme lain adalah adanya subsidi dari pemerintah untuk instansi pendidikan.
d. Akses internet masih susah diperoleh
Beberapa internet masih belum memiliki jalur telepon yang dapat digunakan untuk mengakses internet. Hal ini merupakan hambatan utama dalam pemanfaatan media internet.
e. Guru belum siap
Guru di Indonesia masih belum siap untuk mengguanakan internet sebagai bagian dari pengajarannya. Padahal guru merupakan salah satu pengguna yang dapat memanfaatkan internet sebaik-baiknya. Salah satu contohnya adalah mancari soal-soal latihan untuk kelasnya. Jika setiap guru di Indonesia membuat dua soal dan menyimpannya di internet, maka ada ribuan atau jutaan soal yang dapat digunakan untuk latihan di kelas.
BAB III METODE PENELITIAN
1. LOKASI PENELITIAN
    Lokasi penelitian diadakan di sekolah-sekolah yang berada di kawasan KOTA MEDAN 
2. WAKTU PENELITIAN 
    Waktu dilaksanakan penelitian dilakukan pada hari senin- jumat pada jam-jam pelajaran 
3. POPULASI DAN SAMPEL PENELITIAN
    Populasi dan Sampel dari siswa-siswi dari lokasi penelitian 
4. METODE PENELITIAN
    Untuk menjawab permasalahan yang diajukan, dalam penelitian merupakan penelitian kuantitatif deskriptif dengan model statitistika kausalitas korelasi dan regresi. Variabel bebas yang digunakan adalah pemanfaatan internet dan variable terikat adalah motivasi belajar siswa. Sebagai responden siswa kelas II sebanyak 60 siswa yang dipilih secara acak sederhana yaitu siswa yang dinyatakan dapat mengoperasionalkan komputer (PC= personal computer), untuk membuktikan hipotesis digunakan model persamaan regresi sederhana Y = a + bX, uji signifikansi dengan uji t.
Berdasarkan model statistic korelasi dan regresi yang digambarkan tersebut di atas, maka hipotesis dalam kajian ini adalah:
Ho : tidak terdapat pengaruh peranan internet terhadap motivasi
belajar siswa
Ha : terdapat pengaruh peranan internet terhadap motivasi belajar siswa
Pengujian hipotesis dilakukan dengan uji t tes pada level signifikansi = 0,05 dengan kriteria pengujian, yaitu: (a) Jika Sig.> 0,05 maka terima Ho: artinya tidak ada pengaruh peranan internet terhadap motivasi belajar siswa; dan (b) Jika Sig. > 0,05 maka Tolak Ho; artinya terdapat pengaruh dari peranan internet terhadap motivasi belajar siswa.
Teknik pengumpulan data berupa kuesioner tertutu dengan menggunakan skala Likert pada 4 skala atribut, yaitu : 1. Sangat Tidak Setuju (STS); 2. Tidak Setuju (TS); 3. Setuju (S) dan 4, Sangat Setuju (SS).
5. ALAT PENGUMPUL DATA 
   Alat pengumpul data ialah kertas yang berisi pertanyaan dan melaui rekaman wawancara